Holistik


Holistik
Istilah holistis didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat mendapat penjelasan sebagai berhubungan dengan sistem keseluruhan sebagai suatu kesatuan lebih daripada sekadar kumpulan bagian. Sementara itu, istilah bahasa inggris Wholistic, walaupun jarang terdapat dalam kamus2 bahasa Inggris, berasal dari akar kata whole, yang berarti keseluruhan, sepenuhnya, semuanya.
Istilah holistis agak jarang kita dengar dalam percakapan sehari-hari, namun istilah holistik mulai sering kita dengar. Karena itu, kita menggunakan istilah holistik untuk menunjukkan pengertian keseluruhan, sepenuhnya, atau semuanya.
Apakah istilah holistik terdapat didalam Alkitab ? Tentu saja tidak, sama seperti istilah tritunggal tidak terdapat didalam Alkitab. Meskipun demikian konsep atau pemahaman tritunggal sangat banyak terdapat didalam Alkitab. Begitupun istilah holistik, sekalipun tidak terdapat didalam Alkitab, konsep dan pemahaman holistik sangat banyak terdapat dalam Alkitab.
Didalam Alkitab Perjanjian Lama, istilah whole berasal kata kol yang muncul sebanyak 5415 kali, yang berarti semua, segenap, setiap. Istilah ini berarti sepenuhnya (secara sempurna), dan dapat digunakan untuk menjelaskan pengabdian yg Tuhan kehendaki dari UmatNya. Kata sifat tamim, muncul sebanyak 91 kali, yang berarti sepenuhnya (whole). Kebanyakan tamim digunakan untuk menjelaskan hewan korban yang tak bercacat cela.
Didalam Perjanjian Baru, kata sifat holos yang muncul sebanyak 109 kali, mempunyai arti sepenuh, semua, segenap (all, whole). Sering digunakan untuk menunjukkan segenap hati (the whole heart), atau seluruh dunia (the whole world), atau seluruh tubuh (the whole body). Selanjutnya, kata sifat hygies yang muncul 11 kali, menjelaskan tentang perkara2 yang menjadi baik (well). Ada lagi satu istilah Yunani pas, yang muncul sebanyak 1244 kali, yang berarti semua, seluruh, setiap (all, whole).
Sejauh ini kita telah mencoba menjelaskan istilah holistik yang kita pahami sebagai seluruhnya, segenap, semuanya. Demikian juga kita telah melihat didalam Alkitab, makna seluruhnya, segenap, semuanya, yang begitu banyak muncul, maka saat ini kita akan menjelaskan konsep holistik yang teraplikasi didalam Bapa, Tuhan Yesus dan manusia, atau lebih tepat rencana Bapa menciptakan manusia.


Bapa semua dalam semua
Didalam I Korintus 15:28, ada tertulis, “…supaya Elohim dapat menjadi semua dalam semuanya” (ILT). Istilah semua disini menggunakan istilah Yunani pas, yang berarti semua, atau seluruh. Berdasarkan konteks ayat ini, maka Bapa semua dalam semua adalah suatu kondisi ketika segala sesuatu telah ditaklukkan Kepada Kristus dan Kristus sebagai Anak menaklukkan DiriNya Kepada Bapa. Ketika kondisi ini terjadi maka, “…Elohim (Bapa) dapat menjadi semua dalam semuanya”.
Menarik untuk diperhatikan bahwa musuh terakhir yang ditaklukkan adalah maut (ayat 26). Kita tahu bahwa upah dosa adalah maut (Roma 6:23), dan bukan neraka kekal yang selama ini diajarkan kepada kita. Jadi, jika maut telah ditaklukkan, maka tidak ada lagi bekas2 dosa di alam semesta ini, tidak ada lagi akibat dosa pada semua manusia, semua manusia sudah bersih dari segala akibat dosa. Dan ketika kondisi ini tercapai, maka Bapa dapat menjadi semua didalam semua. Bapa dapat mengekspresikan DiriNya didalam dan melalui semua ciptaan. KemuliaanNya tertampil didalam dan melalui ciptaan.
Kita memaknai ungkapan ‘Bapa semua dalam semua’ sebagai Bapa yang holistik. Bapa kita di sorga itu adalah Bapa yang holistik, karena Dia dapat mengekspresikan DiriNya didalam dan melalui semua.   
Yesus adalah manusia holistik
Didalam Kolose 2:9 tertulis, “Sebab didalam dialah berdiam seluruh kepenuhan keilahian secara lahiriah”. Konteks kitab Kolose adalah keutamaan Kristus. Ditegaskan dalam ayat diatas bahwa didalam Yesus sebagai manusia lahiriah berdiam seluruh kepenuhan ilahi. Istilah Yunani yg digunakan disini adalah pas, sama seperti I Korintus 15:28, yang berarti semua atau seluruh. Yesus adalah manusia holistik karena didalam keberadaan lahiriahnya terkandung seluruh kepenuhan ilahi.
Tujuan, misi dan visi Yesus juga holistik. Ini terlihat dari beberapa ayat yg akan kita kutip disini. Yohanes 12:32, “…Aku akan menarik semua orang kepadaKu”. PerintahNya juga holistik, “…muridkanlah semua bangsa” (Mat. 28:19). PelayananNya juga holistik, karena Ia memenuhi seluruh kebutuhan manusia, baik firman maupun roti.
Kita juga harus holistik
Kejadian 1:26, “Dan Elohim berfirman, ‘Marilah Kita membuat manusia dalam citra Kita, menurut rupa Kita, dan biarlah mereka berkuasa atas ikan-ikan dilaut dan atas burung-burung di langit dan atas ternak, dan atas seluruh bumi, dan atas segala yang melata yang merayap dimuka bumi”. Istilah Ibrani untuk seluruh dan segala dalam ayat ini berasal dari kata benda kol yang berarti semua, seluruh setiap (whole, all, every). Jadi, tujuan Bapa menciptakan manusia adalah agar manusia menguasai seluruh muka bumi ini. Tujuan Bapa yg holistik ini sesuai dengan apa yg tertulis dalam kitab Ibrani 2:8, dimana ditegaskan bahwa Dia akan menaklukkan segala sesuatu dibawah kaki manusia.
Karenanya, pelayanan, pengabdian, tujuan, misi dan visi kita haruslah holistik. Pelayanan kita haruslah memberikan firman dan roti. Tidak salah menerima persembahan kasih, karena seorang pekerja layak mendapat upahnya. Tetapi jika kita memberi firman dan berharap roti, maka pelayanan kita tidak holistik. 
Tujuan kita holistik dalam arti kita percaya bahwa setiap lutut akan bertelut, setiap lidah akan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan. Kita melayani semua karena kita percaya bahwa semua manusia akan datang bertekuk lutut pada Yesus. Memang di zaman ini Bapa memilih sebagian orang sebagai buah sulung, tetapi di zaman2 berikutnya kita sebagai buah sulung akan dipakaiNya untuk menuai buah2 berikutnya sampai Bapa menjadi semua dalam semua.
Pengajaran kita juga harus holistik. Jangan lagi kita mengajarkan neraka kekal. Pelajari Alkitab baik2, jangan hanya menuruti ajaran turun temurun tanpa kita sendiri menyelidiki Alkitab dengan serius.
Sebagai penutup, pengabdian kita juga harus holistik. Seluruh, segenap dan semua keberadaan kita adalah untuk kemuliaanNya. Kita tidak setengah2 terhadap Dia, tidak suam-suam kuku, kita sepenuhnya bagi Dia….Haleluyah, Amin.
Oleh: Irnawan Silitonga



Comments

Popular posts from this blog

Kerajaan Sorga Menurut Kitab Wahyu.

Jabatan Dalam Gereja