ANTI - KRISTUS

 

Anti Kristus

Oleh: Irnawan Silitonga

I Yohanes 2:18 berkata, “Hai anak-anak kecil, inilah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar bahwa seorang antikristus sedang datang, sekarang bahkan banyak antikristus telah muncul, dari itu kita tahu bahwa ini adalah waktu yang terakhir“(versi ILT). Ketika Rasul Yohanes menuliskan hal ini, ditegaskan bahwa telah banyak antiKristus dan karenanya itu adalah waktu yang terakhir. Jika dizaman Rasul Yohanes telah banyak antiKristus, bagaimana dalam zaman kita saat ini dimana, “…mereka akan meningkat semakin jahat, karena menyesatkan dan disesatkan” (II Timotius 3:13). Jadi, dizaman kita sekarang ini sudah begitu banyak antiKristus, namun siapakah mereka? Apakah mereka? Bagaimana kita dapat mengenali mereka?

Mari kita melihat dahulu makna kata ‘antiKristus’. Kata ini berasal dari gabungan dua istilah Yunani, yaitu ANTI dan CHRISTOS. Anti berarti ‘berlawanan dengan’, atau ‘selain dari’. Sedangkan Christos berarti ‘yang diurapi’. Jika kedua istilah ini digabung berarti sesuatu atau seorang yang berlawanan dengan Yang Diurapi, atau sesuatu sebagai pengganti Kristus. Namun, kita jangan cepat2 mengartikan bahwa setiap orang yang berlawanan dengan Kristus adalah antiKristus. Banyak orang didunia ini yang hidupnya berlawanan dengan Kristus, karena memang mereka belum mengenal Kristus. Tentu saja mereka bukanlah antiKristus sebagaimana yang dimaksud Rasul Yohanes.

Didalam I Yohanes 2:19 ditegaskan, “Mereka telah muncul dari antara kita, tetapi mereka bukanlah berasal dari kita…”. Anti Kristus itu muncul dari antara kita, tetapi bukan berasal dari kita, demikian ditegaskan Rasul Yohanes. AntiKristus itu muncul dari antara orang2 kudus, namun tidak sungguh-sungguh berasal dari orang kudus. Jadi, antiKristus ini bukanlah orang yang terang2an menentang Kristus, tetapi mereka barangkali mengaku pengikut Kristus atau bahkan mengaku pelayan Kristus, tetapi melalui pengajarannya, mereka sebenarnya menentang Kristus. Melalui pengajarannya, mereka membuat umat Tuhan menyimpang dari fokus kepada Kristus. Ada hal2 lain selain Kristus yang menjadi fokus pengajarannya.

Alkitab menegaskan, “Christ in you, the hope of glory”. Tetapi pengajaran antiKristus selalu menyimpangkan perhatian umat Tuhan terhadap Kristus yang ada didalam batin kepada perkara2 luaran yang bersifat jasmani. Mereka membangun sesuatu yang bukan Kristus. Sesuatu yang menjadi fokus umat Tuhan, tetapi sesuatu itu bukan Kristus. Inilah antiKristus, yaitu sesuatu ‘selain dari’ Kristus.

Para pemimpin yang membangun agama dengan segala macam ritual, kredo2 peraturan2, program2 yang membuat umat Tuhan tidak fokus kepada Kristus didalam batin, sebenarnya sedang membangun sesuatu ‘selain dari’ Kristus. Yesus dan rasul2Nya tidak membangun agama. Aku datang supaya mereka mempunyai hidup (hidup Kristus), demikian ditegaskan Yesus. Paulus juga berkata, “sehingga maut, disatu sisi, bekerja didalam kami, disisi lain, hidup, didalam kamu” (II Korintus 4:12).   

Gereja telah disusupi sesuatu ‘selain dari’ Kristus. Selama 2000 tahun sejarahnya, gereja telah menjadi agama dengan segala peraturannya, liturgi, kredo2, aturan2 manusiawi, program2 denominasi, ajaran2nya yang jasmani bahkan duniawi. Agama berasal dari istilah Latin, ‘religare’. Ligare artinya mengikat. Re artinya diulang. Jadi, agama artinya diikat ulang. Diikat ulang oleh segala macam aturan2 manusiawi, duniawi. Dunia kekristenan telah menjadi agama. Umat Tuhan kembali diikat oleh sesuatu ‘selain dari’ Kristus.

Tetapi, puji Tuhan… Umat pilihanNya tetap terfokus hanya kepada Kristus yang didalam batin, Amin.

Sebenarnya Alkitab berbicara sedikit sekali tentang AntiKristus. Istilah ‘AntiKristus’ hanya lima kali muncul dalam seluruh Alkitab. Empat istilah ini muncul di surat pendek Rasul Yohanes yang pertama, kemudian sisanya ada disurat Yohanes yang kedua. Istilah ‘AntiKristus’ yang muncul di surat Yohanes ada dalam bentuk tunggal, jamak, berbentuk sistem dan juga roh. Mari kita periksa bentuk2 ini.

I Yohanes 2:18 katakan, “Hai anak-anak kecil, inilah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar bahwa seorang antikristus sedang datang…”. Dalam Bahasa aslinya tidak ada definite article didepan istilah antikristus, yang berarti bahwa istilah antikristus mencakup orang2nya dan juga program2 yang mereka buat. Ini berbicara mengenai sistem.

I Yohanes 2:22 menyebutkan, “Siapakah pendusta itu jika bukan dia yang menyangkal, ‘Yesus itu Mesias’. Inilah antikristus yang menyangkal Bapa dan Putra”. Disini antiKristus itu adalah sebutan bagi seseorang tertentu. Kemudian ditegaskan pada ayat 18 diatas bahwa, “…sekarang bahkan banyak antikristus telah muncul…”, sehingga antikristus itu bukan saja seseorang tertentu, tetapi juga banyak orang tertentu yang disebut antiKristus.

I Yohanes 4:3 berkata, “dan setiap roh yang tidak mengakui mengakui Yesus… inilah antikristus”. Disini antiKristus adalah roh, yaitu roh yang tidak mengakui Yesus Kristus telah datang dalam daging. Jadi kita melihat bahwa antiKristus itu bisa berbentuk seorang pribadi tertentu, banyak pribadi, sistem atau roh. 

Mari kita memeriksa I Korintus 12:12 yang menegaskan bahwa Kristus itu satu tubuh bersifat korporat (banyak anggota), dan jika Kristus adalah satu tubuh dengan banyak anggota, maka antiKristus juga tentunya satu tubuh dengan banyak anggota. I Korintus 12:12 menegaskan, “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus”(LAI). Dalam ayat ini Paulus sedang berbicara Kristus sebagai suatu tubuh dengan banyak anggota, yaitu Kristus korporat.

Seperti telah kita tegaskan bahwa jika Kristus adalah satu tubuh dengan banyak anggota, maka antiKristus juga merupakan satu tubuh dengan banyak anggota. Jika Kristus adalah suatu tubuh yang merupakan gereja sejati, maka antiKristus adalah gereja ‘selain dari’ yang sejati itu, gereja ‘berlawanan dengan’ yang sejati itu.

Dunia kekristenan telah jatuh oleh ketiga pengajaran yang diuraikan dalam kitab Wahyu pasal 2 dan 3. Pengajaran NIKOLAUS yang mendukung hierarki dalam gereja, pengajaran IZEBEL yang merampas otoritas Yesus oleh para pemimpin, pengajaran BILEAM yang membuat Bait Suci menjadi tempat berjualan, semua ini telah membuat dunia kekristenan telah menjadi Tubuh ‘selain dari’ Kristus, menjadi Tubuh yang ‘berlawanan dengan’ Kristus. Inilah antiKristus.

Renungkanlah hal ini saudara… Didalam dunia kekristenan saat ini terdapat orang2 tertentu, roh tertentu, sistem tertentu yang ‘berlawanan dengan’ Kristus…

Saat ini kita akan memeriksa pengajaran Paulus mengenai ‘manusia durhaka’ didalam II Tesalonika 2:3-4, demikian tertulis, “Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri diatas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah”.

Telah kita uraikan bahwa sebagaimana Kristus itu merupakan Tubuh yang terdiri dari banyak anggota, demikian juga antiKristus adalah Tubuh yang terdiri dari banyak anggota. Mari kita melihat ayat diatas. Istilah ‘murtad’ berasal dari istilah Yunani APOSTASIA, dari sini kita memperoleh istilah Bahasa Inggris, ‘apostasy’. Konkordansi Strong mendefinisikan istilah ini sebagai ‘penyimpangan dari kebenaran’.  Tetapi kemurtadan (apostasy) yang dibicarakan Paulus disini adalah sesuatu yang akan terjadi pada masa mendatang. Seorang ahli Bahasa Yunani menjelaskan maksud istilah APOSTASIA ini, yaitu suatu penyimpangan yang terjadi didalam Tubuh Kristus. Karenanya, kita jangan mencari penyimpangan itu diluar gereja. Penyimpangan yang dibicarakan Paulus bukan yang terjadi dalam Yudaisme, atau komunis, dizaman kita, atau agama2 timur lainnya.

Sesungguhnya, Paulus telah membicarakan “benih” kemurtadan ini ketika ia berbicara kepada para penatua gereja Efesus di Miletus, “Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka” (Kis. 20:30). Inilah benih penyimpangan itu. Dimulai dari para pemimpin gereja yang dengan ajaran palsu berusaha menarik murid2 kepada diri mereka sendiri. Para pemimpin ini sebenarnya mencuri otoritas Roh Kudus atas murid2. Para pemimpin ini menggeser otoritas Roh Kudus dan menegakkan otoritas mereka sendiri atas murid2.

Dalam sejarah gereja, hal ini dimulai dari seorang bernama Ignatius. Sejarah mencatat seorang bernama Ignatius (tahun 117) dipandang sebagai yang pertama mengajarkan perbedaan antara para penatua dan bishop. Ignatius ini seorang pemimpin gereja di Antiokhia (Siria) mati martir dibawah kaisar Trajan. Ia menulis surat-surat dalam perjalanannya ke Roma untuk mati martir disana. Saya akan mengutip bagian-bagian dari suratnya yang mengungkapkan sesuatu yang sangat tersembunyi didalam kedagingan manusia yaitu keinginan untuk berkuasa, yang secara diam2 menggeser otoritas Roh Kudus atas murid2. Saya akan mengutip bahasa Inggrisnya dari buku The Apostolic Fathers (1956) oleh J.B. Lightfoot, agar saudara mendapat arti yang lebih jelas.

- Plainly therefore we ought to regard the bishop as the Lord himself (karenanya kita harus menganggap bishop sebagai Tuhan sendiri – hal 65).

- Therefore as the Lord did nothing without the Father, (being united with him), either by himself or by the Apostles, so neither do ye anything without the bishop and the presbyters (karena itu sama seperti Tuhan tidak berbuat apapun tanpa Bapa - dalam kesatuan denganNya - baik dari diriNya sendiri atau oleh para rasul, demikian juga engkau jangan berbuat apapun tanpa bishop dan para penatua – hal 70).

- … submitting yourselves to your bishop and presbytery, ye may be sanctified in all things (tundukkan dirimu pada para penatua dan bishopmu, engkau akan dikuduskan dalam segala sesuatu – hal 64).

- Be obedient to the bishop … (taatlah pada bishop – hal 72).

- … he that doeth aught without the bishop and presbytery and deacons, this man is not clean in his conscience (ia yang melakukan segala sesuatu tanpa bishop dan penatua dan para diaken, orang ini tidak bersih hati nuraninya – hal 74).

- Do ye all follow your bishop, as Jesus Christ followed the Father, and the presbytery as the Apostles (kamu semua ikuti bishopmu, sama seperti Yesus Kristus mengikuti Bapa, dan penatua seperti rasul-rasul – hal 84).

- … he that doeth aught without the knowledge of the bishop rendereth service to the devil (ia yang melakukan segala sesuatu tanpa sepengetahuan bishop memberikan pelayanan kepada iblis – hal 84).

Ignatius adalah seorang pemimpin yang mengikut Tuhan sampai mati martir di Roma, tetapi melalui pengajarannya ini Tubuh Kristus jatuh kedalam otoritas manusia (para pemimpin) dengan segala hierarki dan organisasinya. Ketika gerakan yang dimulai Tuhan Yesus dari rasul-rasulNya telah menjadi organisasi yang kokoh, maka dimulailah suatu zaman yang biasa disebut zaman kegelapan gereja. Tetapi Tuhan tetap memiliki orang-orang pilihanNya yang tidak mengikuti kegelapan gereja.

Jadi, melalui kedagingan manusia (keinginan untuk berkuasa), gerakan yang dimulai oleh Roh Kudus lambat laun membusuk dan menjadi sistem yang menentang Kristus, menjadi sesuatu selain Kristus, menjadi sesuatu yang menentang Kristus, menjadi antiKristus. Ajaran Ignatius ini telah menggenapi perkataan Paulus bahwa dari antara para pemimpin gereja ada beberapa orang yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid2 dari jalan yang benar.

Kita kembali kepada ayat kita diatas. Ada banyak orang menganggap ‘manusia durhaka’ ini adalah tunggal (satu orang). Tetapi pemahaman ini tidak sesuai dengan konteks dimana Paulus sedang berbicara. Paulus sedang berbicara soal penyimpangan didalam Tubuh Kristus, yang tidak mungkin berarti hanya satu orang. Lagipula istilah Yunani yang digunakan untuk ‘manusia’ disini adalah ANTHROPES, yang banyak digunakan dalam PB merujuk kepada banyak orang.

Istilah Bait Allah pada ayat kita diatas juga bukan berarti Bait Suci bangsa Yahudi. Paulus menggunakan istilah NAOS untuk Bait Allah ini. Istilah ini muncul sebanyak 45x dalam PB. Hanya sekitar 17x istilah ini berarti Bait Suci bangsa Yahudi, yang tertulis didalam injil2. Selebihnya istilah NAOS berarti orang2 percaya. Kamu adalah Bait Allah, tegas Paulus (I Korintus 3:16). Dalam konteks kita diatas, Paulus sedang berbicara penyimpangan yang terjadi didalam Tubuh Kristus, maka sudah sewajarnya kita memahami NAOS sebagai Bait Suci dalam arti Tubuh Kristus yaitu orang2 percaya. Jadi, kedagingan yang ada didalam orang2 percaya itu yang ingin berkuasa, mau menyatakan diri sebagai Allah.

Sesungguhnya, manusia durhaka itu ada didalam kedagingan manusia, dan ia ingin berkuasa sebagai allah didalam gereja. Para pemimpin membangun kerajaan sendiri, ingin menjadi orang yang paling berotoritas didalam gereja. Demikianlah akar penyebab lahirnya ribuan denominasi saat ini. Manusia durhaka ini adalah antiKristus itu.

Tetapi para pemenang Tuhan tidak ambil bagian didalam motivasi ‘manusia durhaka’ ini. Para pemenang melayani Tubuh Kristus sebagai hamba. Tidak ambil keuntungan apapun, tidak ambil uang jemaat, ataupun memuliakan diri sendiri didalam jemaat, dan tidak memiliki otoritas apapun atas jemaat. Haleluyah…. Para pemenang akan mendapat upahnya ketika Tuhan Yesus datang menyatakan kerajaanNya dimuka bumi ini. Amin.

 

Comments

Popular posts from this blog

Kerajaan Sorga Menurut Kitab Wahyu.

Jabatan Dalam Gereja