Komunitas Kerajaan Sorga

 

KOMUNITAS KERAJAAN SORGA

 Oleh: Irnawan Silitonga

Kejadian 1:1 menyatakan, “Pada mulanya Elohim menciptakan langit dan bumi”. Elohim mempunyai rencana dalam menciptakan segala sesuatunya. Ketika Ia berkata, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas seluruh bumi”, Ia bermaksud agar manusia yang segambar dan serupa denganNya dipercayakan untuk memerintah bumi ini. Fokus Elohim adalah bumi ini. Sementara itu banyak orang kristen fokusnya adalah sorga. Bangku-bangku Denominasi dipenuhi oleh orang-orang yang ingin ke surga. Pengkhotbah-pengkhotbah juga berteriak, “Percaya Yesus, masuk surga”. Di tambah lagi dengan ajaran pengangkatan (Rapture), membuat orang semakin ingin diangkat dari bumi ini ke suatu tempat atau letak geografis entah dimana. Semua ini bertentangan dengan rencana Elohim.

Kehendak Elohim adalah agar manusia memerintah bumi ini. KehendakNya adalah agar kerajaan Sorga datang ke muka bumi ini. MaksudNya adalah agar kehendakNya terjadi di bumi, seperti juga di sorga. Dalam Filipi 3:20-21 ada tertulis, “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini …”. Jadi dari dalam surgalah kita menantikan manifestasi Kristus dimuka bumi ini. Bumi … bumi … bumi, itulah fokus Elohim.

Dalam menggenapkan rencanaNya, Elohim menempatkan manusia di dalam Taman Eden agar mengusahakan dan memelihara taman itu (Kejadian 2:15). Sebelum manusia berkuasa atas seluruh bumi, Tuhan ingin agar manusia berkuasa atas Taman Eden. RencanaNya yang besar, dimulai dengan sesuatu yang kecil, demikianlah jalan Tuhan. Manusia yang ditempatkanNya didalam Taman Eden, perlu mengalami proses sehingga dapat menguasai bumi. Salah satu proses yang perlu dialami manusia adalah mengalami kejatuhan kedalam alam maut. Banyak orang mengira Elohim terkejut ketika manusia jatuh dalam dosa, dan dengan tergesa-tergesa merencanakan tindakan penyelamatan melalui Yesus Kristus. Sebenarnya Elohim yang merencanakan semua itu, sesuai dengan yang tertulis dalam Roma 8:20, “Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya”.

Melalui proses yang panjang dari Taman Eden, kejatuhan, penebusan oleh Kristus Yesus, akhirnya sampailah manusia kepada kota Yerusalem Baru. Yerusalem Baru adalah mempelai Anak Domba (Wahyu 21:9-10). Ditegaskan bahwa Yerusalem Baru (mempelai Anak Domba) TURUN DARI SORGA (ay.10) untuk MEMERINTAH SEBAGAI RAJA (Wahyu 22:5). Demikianlah genap rencana Elohim dalam Kejadian 1:26 seperti telah kita kutip diatas yaitu bahwa manusia berkuasa atas seluruh bumi. Manusia Kristus Yesus sebagai Raja segala raja (Wahyu 19:16) dan mempelaiNya sebagai raja-raja, memerintah bumi ini.

Apakah maksud sesungguhnya Tuhan Yesus datang ke bumi ini? Memang benar bahwa Ia datang supaya kita mempunyai hidup serta memilikinya dalam segala kelimpahan (Yohanes 10:10). Juga benar bahwa Ia datang untuk menghancurkan pekerjaan-pekerjaan iblis (I Yohanes 3:8). Maksud kedatanganNya seperti tertulis dalam Yohanes 10:10, berkaitan dengan keberadaan manusia; sementara itu maksud kedatanganNya seperti tertulis dalam I Yohanes 3:8, berkaitan dengan keberadaan iblis. Tetapi apa maksud kedatanganNya ke bumi ini yang berkaitan dengan keberadaanNya sendiri? Didalam Yohanes 18:37 ada tertulis, “… Jawab Yesus: Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah Raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang kedalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran …” Yesus Datang ke bumi ini karena Ia adalah Raja. Dan Ia memberi kesaksian tentang kebenaran (truth = reality = apa adanya sesuatu itu). Artinya Ia datang ke dunia ini menyatakan APA ADANYA IA SEBAGAI RAJA. Selanjutnya Ia menegaskan bahwa setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suaraNya (ay.37). mempelaiNya adalah orang-orang yang berasal dari kebenaran dan mereka mendengarkan suara Yesus, serta mengakui Yesus adalah Raja. Jadi maksud kedatangan Yesus adalah menyatakan bahwa Ia adalah Raja dan hal ini mempunyai implikasi bahwa Yesus akan menegakkan kerajaanNya dimuka bumi ini.

Demikianlah maksud kedatangan Yesus yang terdalam, yaitu Ia menegakkan kerajaanNya DI MUKA BUMI INI. Pada akhirnya semua kerajaan di dunia ini akan menjadi kerajaan Kristus dan yang diurapiNya (Wahyu 11:15, “… The kingdoms of this world have become the kingdoms of our Lord and of his Christ”, versi The New King James). Hal ini sesuai dengan nubuat didalam Daniel 2:44 sebagai berikut, “Tetapi pada zaman raja-raja, Elohim semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain; kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya”.

Ketika Yesus datang ke muka bumi ini, Ia berkata, “… Aku akan mendirikan jemaatKu …” (Matius 16:18). Istilah jemaat atau gereja saat ini telah dikacaukan dan disamakan artinya dengan istilah denominasi. Padahal makna kedua istilah tersebut amat sangat berbeda, seperti perbedaan antara langit dan bumi. Saat ini banyak orang Kristen dengan sembarangan menyebut gereja adalah denominasi, dan denominasi adalah gereja tanpa merasa bersalah atau sedih, seolah-olah semuanya itu biasa-biasanya saja. Jadi apakah perbedaan gereja dan denominasi? Perbedaannya ialah ini; gereja didirikan oleh Yesus, sementara itu denominasi didirikan oleh para pemimpin (“Diotrefes-diotrefes”, III Yohanes 9). Yang satu didirikan oleh manusia “langit”, yang lain didirikan oleh manusia “bumi”. Yang satu didirikan oleh manusia roh, yang lain didirikan oleh manusia daging. Yang satu adalah gereja “Wahyu pasal 12”, yang lain adalah gereja “Wahyu pasal 17”. Apabila Tuhan telah mewahyukan pada kita perbedaan antara perempuan di Wahyu 12 dengan perempuan di Wahyu 17, maka kita tidak akan menganggap remeh kedua istilah tersebut, apalagi menyamakannya. Kita tidak akan bermain-main lagi dengan istilah gereja dan denominasi. Gereja adalah gereja, denominasi adalah denominasi. Dan maksud kedatangan Yesus adalah mendirikan gerejaNya.

Didalam Perjanjian Baru kita menemukan adanya tiga jenis komunitas yang disebut gereja, walaupun banyak orang kristen tidak membedakan ketiganya. Tetapi Paulus dalam I Korintus 11:16 menegaskan, “Tetapi jika ada orang yang mau membantah, kami maupun jemaat-jemaat Allah tidak mempunyai kebiasaan yang demikian”. Disini jelas bahwa Paulus membedakan dirinya dengan ‘jemaat-jemaat Allah’. Jemaat-jemaat Allah ini adalah komunitas orang2 percaya Yahudi, dimana Rasul Petrus adalah pemimpinnya. Jemaat-jemaat Allah ini kita sebut komunitas Petrus, yang terdiri dari orang2 Yahudi yang telah percaya Yesus. Sementara itu komunitas Paulus, yang disebut Tubuh Kristus, terdiri dari bangsa-bangsa lain dan juga bangsa Yahudi, karena tidak ada lagi perbedaan didalam Tubuh Kristus. Selanjutnya, kita melihat komunitas Yohanes yang terdiri dari para pemenang. Ketika Rasul Yohanes melayani, gereja telah jatuh oleh adanya pengajaran Izebel, Bileam dan Nikolaus, dan karenanya Yohanes memanggil para pemenang untuk merepresentasikan gereja yang telah jatuh (Wahyu 2-3). Jadi, kita temui didalam PB adanya tiga komunitas yaitu komunitas Petrus, Paulus dan Yohanes.

Sebelum kita melihat perbedaan antara gereja dan kerajaan sorga, perlu diulangi sedikit disini tentang kejatuhan gereja. Pada masa dimana Paulus akan mengakhiri pelayanannya, sekitar tahun 65-66 M. telah ditegaskan oleh Paulus kepada para penatua di Efesus bahwa dari antara para penatua ini akan ada beberapa orang yang dengan ajaran palsu menarik murid2 (jemaat) kepada diri mereka sendiri (Kis. 20:30). Inilah benih Denominasi itu! Beberapa pemimpin dengan ajaran palsu menarik murid2 (jemaat) kepada diri mereka sendiri. Ajaran palsu yang menimbulkan Denominasi adalah pengajaran Nikolaus, Izebel dan Bileam (Wahyu 2-3). Kita tidak membahas ketiga ajaran ini disini, tetapi dengan ketiga ajaran ini gereja dicabik-cabik oleh “serigala” ganas sehingga terpecah-pecah menjadi ribuan Denominasi. Denominasi yang besar2 saat ini saja sudah berjumlah 5000an, jika pecahan yang kecil dihitung maka sudah kurang lebih 10.000an, dan masih terus akan pecah semakin banyak…. Mengapa? Karena “serigala” ganas tetap ada bahkan terus berkembang di tiap zaman… Para pemimpin yang memecah belah gereja menjadi ribuan Denominasi ini akan menghadap Sang Kepala gereja yaitu Tuhan Yesus Kristus untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan pengadilan Kristus. Semoga kita tidak melakukannya!

Kalau demikian bagaimana hubungan antara gereja (komunitas Petrus, Paulus dan Yohanes) dan kerajaan sorga/kerajaan Elohim? Kerajaan sorga dan kerajaan Elohim adalah dua istilah dengan makna yang sama, karena di dalam Perjanjian Baru kedua istilah ini dipakai berganti-gantian. Kerajaan sorga menunjukkan pada kerajaan yang ada di sorga (suatu dimensi yang lebih tinggi dari dimensi bumi), sementara kerajaan Elohim menunjuk kepada kerajaan milik Elohim. Kerajaan sorga tidak bisa dilihat dengan mata jasmani, sementara itu gereja dapat dilihat dengan mata jasmani. Untuk masuk kedalam kerajaan sorga dalam arti menikmati dan berdiam didalam dimensi yang lebih tinggi ini, perlu iman yang disempurnakan, tetapi untuk menjadi anggota gereja cukup hanya iman dalam Yesus saja (menerima hayat Kristus). Kerajaan sorga belum datang sepenuhnya di muka bumi ini, tetapi gereja sudah datang sepenuhnya di muka bumi ini. Tetapi karena gereja telah pecah menjadi beribu-ribu denominasi, maka saat ini gereja tidak dapat dilihat dengan mata jasmani lagi. Seandainya gereja tidak pecah, di kota Jakarta ini misalnya, hanya ada satu gereja yaitu gereja di Jakarta. Tetapi saat ini gereja di Jakarta telah pecah dan anggota-anggotanya (mereka yang telah lahir baru) tersebar di berbagai denominasi-denominasi yang ada di Jakarta ini.

Untuk memahami hal diatas, yaitu mengapa gereja saat ini tidak terlihat, kita perlu memahami perbedaan perempuan di Kitab Wahyu 12 dan perempuan di Kitab Wahyu pasal 17. Akibat kejatuhan gereja yang diuraikan pada Wahyu pasal 2 dan 3, maka keberadaan gereja mendapat dua simbol (dua perempuan). Perempuan pertama ada di”langit” dan tidak terlihat oleh mata jasmani (Wahyu 12:1). Tetapi perempuan kedua duduk ditempat yang banyak airnya (air yang banyak merupakan simbol lautan manusia) dan tentu saja terlihat oleh mata jasmani (Wahyu 17:1). Inilah Denominasi2 dimana mayoritas umat Tuhan berada. Jadi, Denominasi2 yang kita lihat dengan mata jasmani bukanlah gereja. Denominasi itu organisasi keagamaan dimana didalamnya ada umat Tuhan, dan menjelang manifestasi kerajaan sorga di bumi mendekat, perintah Tuhan jelas agar umat Tuhan keluar dari padanya (Wahyu 18:4). Jadi, kalau begitu, dimana gereja? Gereja adalah umat Tuhan dibumi ini yang tidak ambil bagian didalam ajaran Izebel, Nikolaus dan Bileam. Gereja disimbolkan perempuan di Wahyu pasal 12. Gereja tidak bisa dilihat oleh mata jasmani, karena hanya umat Tuhan yang berada di”langit” yang dapat melihatnya.

Kita tidak menguraikan dengan rinci mengenai karakteristik perempuan Wahyu 12 dan perempuan Wahyu 17 ini. Tetapi yang jelas adalah nasib akhir mereka yang SANGAT BERBEDA. Yang pertama melahirkan anak laki2 (pemenang) yang akan memerintah di bumi ini, sementara yang kedua akan menerima penghakiman Elohim (Wahyu 17).

Untuk kepentingan pembahasan kita saat ini, maka dapat kita simpulkan bahwa komunitas kerajaan sorga adalah gereja yang disimbolkan oleh perempuan Wahyu pasal 12.

Saat ini kita akan membahas mengenai ‘masuk kedalam kerajaan sorga’. Kita tahu bahwa kerajaan sorga ada didalam kita. Istilah Yunani ‘ENTOS’ yang muncul 2x dalam PB, yaitu di Lukas 17:21 dan Matius 23:25, diterjemahkan berbeda oleh LAI. Tetapi kita tahu bahwa makna suatu istilah ditentukan konteksnya (bagaimana ia digunakan dalam suatu kalimat). Dalam Matius 23:25 jelas bahwa ENTOS harus diterjemahkan didalam (dalam). Jadi, terjemahan LAI ‘Diantara’ dalam Lukas 17:21 tidak tepat. Dalam berbagai versi Alkitab berbahasa Inggris, Lukas 17:21, menyebutkan, “the kingdom of God is WITHIN (didalam) you”. Karenanya, sesungguhnya kerajaan sorga ada didalam kita.

Dan kalau kita lihat konteks Lukas 17:21, maka kita tahu bahwa Tuhan Yesus sedang berbicara kepada Orang2 Farisi yang menentangnya. Jadi, bahkan didalam orang2 Farisi yang menentang Yesus, sesungguhnya kerajaan sorga ada didalam mereka. Hanya mereka tidak mengalami atau merasakan kehadiran kerajaan sorga didalam mereka. Kerajaan sorga yang didalam mereka tidak memberi pengaruh apa-apa terhadap mereka. Kerajaan sorga ada didalam mereka, tetapi mereka tidak ada didalam kerajaan sorga. Ini berarti mereka belum ‘masuk kedalam kerajaan sorga’. Jadi, sekalipun kerajaan sorga ada didalam setiap orang, namun jika orang tersebut menolak Yesus sebagai raja, maka orang itu belum masuk kedalam kerajaan sorga, sekalipun kerajaan sorga ada didalamnya.

Kalau demikian, bagaimana masuk kedalam kerajaan sorga? Banyak pengajar Alkitab berkata hanya oleh iman saja. Para pengkhotbah juga suka berkata, “percaya Yesus, masuk sorga”. Tetapi surat Petrus berkata bahwa iman harus ditambah-tambahkan, “… kamu harus dengan sungguh sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu…. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki kerajaan kekal, yaitu kerajaan Tuhan dan juruselamat kita, Yesus Kristus” (II Petrus 1:5-11). Iman harus disempurnakan oleh perbuatan2 yang berkenan kepadaNya (Yakobus 2:22). Yesus itu pemberi iman, tetapi Ia juga penyempurna iman (Ibrani 12:2). Jadi, iman harus disempurnakan agar kita dikaruniai hak penuh memasuki kerajaan sorga. Namun pada akhirnya semua kembali kepada perkenan Bapa. Berbahagialah kita jika Bapa berkenan memberikannya (Lukas 12:32)

Kembali kita kepada perihal komunitas kerajaan sorga. Telah kita lihat bahwa komunitas kerajaan sorga disimbolkan oleh perempuan di Kitab Wahyu 12. Kita tahu juga bahwa dari perempuan di Kitab Wahyu 12 ini lahirlah anak laki2 yang akan menggembala dan memerintah semua bangsa. Komunitas kerajaan sorga pada waktunya akan melahirkan putra2 Elohim yang akan memerintah segala bangsa bersama Tuhan Yesus di bumi ini.

Ketika komunitas kerajaan sorga “melahirkan” anak laki2 yaitu putra2 Elohim, disitulah terjadi kedatangan kerajaan sorga di bumi ini. Ketika putra2 Elohim termanifestasi, disitulah kedatangan Yesus ke bumi ini terjadi untuk memulihkan segala sesuatunya (Roma 8:19-21). Yesus tidak datang secara jasmani, dari langit jasmani, apalagi mengangkat orang2 kudus kesuatu tempat yang menjauhi bumi, karena kerajaan sorga harus ditegakkan DI BUMI INI. YESUS DATANG DIDALAM DAN MELALUI ORANG2 KUDUSNYA. ORANG-ORANG KUDUS HARUS MEMERINTAH DI BUMI INI. ITULAH RENCANA BAPA.

Untuk apa kerajaan sorga ditegakkan di bumi ini? Untuk apa putra2 Elohim memerintah bumi ini? Untuk pemulihan segala sesuatu, karena Yesaya 9:7 katakan, “…. Of the increase of His government and peace there will be no end…” (NKJ version). Kerajaan sorga di bumi ini TERUS MENERUS DIPERLUAS TANPA AKHIR, sampai setiap lutut bertelut, setiap lidah mengaku Yesus adalah Tuhan. Yohanes 12:32 tegaskan, “…apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik SEMUA ORANG datang kepadaKu”. Melalui siapa Yesus menarik semua orang kepadaNya? MELALUI KERAJAAN SORGA DI BUMI, DIMANA PUTRA-PUTRA ELOHIM MEMERINTAH BERSAMANYA.

Roma 5:19 katakan, “Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan SATU orang SEMUA orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan SATU orang SEMUA orang menjadi orang benar”. Sudah jelas bahwa kerajaan sorga di bumi akan menaklukkan kerajaan kegelapan. Terang akan terus diperluas TANPA AKHIR, dan akan menaklukkan gelap. HIDUP akan menaklukkan MAUT. Ingat saudaraku, UPAH DOSA ADALAH MAUT, BUKAN NERAKA KEKAL. Jangan merubah firman Tuhan!!! Dan maut akan DITELAN oleh hidup.

Haleluyah…. Kita akan menjadi raja2 dibumi untuk memerintah bersama Tuhan Yesus, Raja diatas segala raja… kita akan memulihkan segala sesuatunya dengan KUASA RAJA DIATAS SEGALA RAJA… Walaupun saat ini komunitas kerajaan sorga merupakan ‘kawanan kecil’, tetapi jangan lemah saudaraku… Kita lebih dari pemenang… Haleluyah, Amin.

 

Comments

Popular posts from this blog

Kerajaan Sorga Menurut Kitab Wahyu.

Jabatan Dalam Gereja